RI Tuan Rumah Konferensi Sawit Internasional (27-29 Mei 2009)
detik.com
Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi dan pameran kelapa sawit bertaraf internasional. Konferensi internasional ini akan mengambil tema "Intensifying Productivity and Global Market Share in Palm Oil Industry".
International Conference and Exhibition On Palm Oil (ICE-PO 2009) akan mengambil tempat di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 27-29 Mei 2009.
"ICE-PO 2009 merupakan ajang untuk bertukar pikiran, ide, dan pengalaman antara produsen, konsumen, pedagang produk-produk kelapa sawit, pemerintah, serta pelaku industri lain yang berkaitan dengan kelapa sawit. Dalam forum ini akan dibahas berbagai isu terkini yang dihadapi industri kelapa sawit serta mengulas perkembangan industri dan proyeksi masa depannya," ujar Advisory Board ICE-PO 2009 Derom Bangun di sela-sela konferensi pers, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut panitia penyelenggara akan menghadirkan para pakar dan ahli-ahli yang bertaraf intemasional baik dari dalam maupun luar negeri untuk memberikan pemaparan berbagai topik.
Topik tersebut antara lain, prospek dan peluang investasi industri kelapa sawit, tantangan dan peluang industri kelapa sawit di masa mendatang, perkembangan terbaru dalam teknologi refineri perkebunan kelapa sawit, lmpak pemanasan qlobal terhadap industri kelapa sawiit dan sebaliknya, juga perkembanqan terkini industri kelapa sawit dunia, mencakup lndonesia, Malaysia, Asia Pasifik dan sekitarnya.
ICE-PO 2009 ini akan diikuti oleh 1000 peserta dari berbagai kalangan, dengan target audiens berasal dari produsen dan konsumen minyak sawit, ilmuwan, engineer, eksportir, importir, pengambil keputusan, investor, serta pihak perbankan. Banyaknya pihak yang ikut dikarenakan event ini merupakan ajang yang penting bagi para pelaku perdagangan, investor, agen, masyarakat bisnis, importer, eksportir, asosiasi-asosiasi perdagangan dan pemerintah untuk menjalin jaringan kerjasama dan memperkuat hubungan kemitraan.
Tak kurang dari 150 gerai akan diisi oleh berbagai perusahaan multi nasional dari dalam maupun luar negeri yang berkecimpung dalam industri kelapa sawit, baik dari aspek hulu maupun hilir, serta industri pendukung.
"Tujuan jangka panjang penyelenggaraan ICE-PO 2009 ini adalah untuk menjadikan lndonesia sebagai pusat perdagangan perkelapasawitan dunia di masa mendatang serta memotivasi para pelaku industri terkait untuk dapat terus mengoptimalkan dan meningkatkan produktifitas penggunaan lahan," ungkapnya.
Sambutan pelaku industri kelapa sawit baik di dalam negeri maupun luar negeri terhadap rencana penyelenggaraan ICE-PO 2009 sangat besar, ditandai dengan banyaknya peserta konferensi dan pameran dan luar negeri antara lain seperti lnggris, Malaysia, Cina. lndia, Nigena, Vietnam. Thailand, Singapura, Jerman sudah mengkonfirmasikan keikutsertaannya dalam ICE-PO 2009.
(ang/qom)
Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi dan pameran kelapa sawit bertaraf internasional. Konferensi internasional ini akan mengambil tema "Intensifying Productivity and Global Market Share in Palm Oil Industry".
International Conference and Exhibition On Palm Oil (ICE-PO 2009) akan mengambil tempat di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 27-29 Mei 2009.
"ICE-PO 2009 merupakan ajang untuk bertukar pikiran, ide, dan pengalaman antara produsen, konsumen, pedagang produk-produk kelapa sawit, pemerintah, serta pelaku industri lain yang berkaitan dengan kelapa sawit. Dalam forum ini akan dibahas berbagai isu terkini yang dihadapi industri kelapa sawit serta mengulas perkembangan industri dan proyeksi masa depannya," ujar Advisory Board ICE-PO 2009 Derom Bangun di sela-sela konferensi pers, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut panitia penyelenggara akan menghadirkan para pakar dan ahli-ahli yang bertaraf intemasional baik dari dalam maupun luar negeri untuk memberikan pemaparan berbagai topik.
Topik tersebut antara lain, prospek dan peluang investasi industri kelapa sawit, tantangan dan peluang industri kelapa sawit di masa mendatang, perkembangan terbaru dalam teknologi refineri perkebunan kelapa sawit, lmpak pemanasan qlobal terhadap industri kelapa sawiit dan sebaliknya, juga perkembanqan terkini industri kelapa sawit dunia, mencakup lndonesia, Malaysia, Asia Pasifik dan sekitarnya.
ICE-PO 2009 ini akan diikuti oleh 1000 peserta dari berbagai kalangan, dengan target audiens berasal dari produsen dan konsumen minyak sawit, ilmuwan, engineer, eksportir, importir, pengambil keputusan, investor, serta pihak perbankan. Banyaknya pihak yang ikut dikarenakan event ini merupakan ajang yang penting bagi para pelaku perdagangan, investor, agen, masyarakat bisnis, importer, eksportir, asosiasi-asosiasi perdagangan dan pemerintah untuk menjalin jaringan kerjasama dan memperkuat hubungan kemitraan.
Tak kurang dari 150 gerai akan diisi oleh berbagai perusahaan multi nasional dari dalam maupun luar negeri yang berkecimpung dalam industri kelapa sawit, baik dari aspek hulu maupun hilir, serta industri pendukung.
"Tujuan jangka panjang penyelenggaraan ICE-PO 2009 ini adalah untuk menjadikan lndonesia sebagai pusat perdagangan perkelapasawitan dunia di masa mendatang serta memotivasi para pelaku industri terkait untuk dapat terus mengoptimalkan dan meningkatkan produktifitas penggunaan lahan," ungkapnya.
Sambutan pelaku industri kelapa sawit baik di dalam negeri maupun luar negeri terhadap rencana penyelenggaraan ICE-PO 2009 sangat besar, ditandai dengan banyaknya peserta konferensi dan pameran dan luar negeri antara lain seperti lnggris, Malaysia, Cina. lndia, Nigena, Vietnam. Thailand, Singapura, Jerman sudah mengkonfirmasikan keikutsertaannya dalam ICE-PO 2009.
(ang/qom)
Comments
Post a Comment