Posts

Showing posts from February, 2009

1,5 Juta Bibit Sawit Palsu Dimusnahkan

BANDA ACEH, SELASA — Sebanyak 1,5 juta bibit sawit dan kecambah palsu temuan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Nanggroe Aceh Darussalam serta Tim AntiKorupsi Pemprov NAD dimusnahkan di Desa Lee U, Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (17/2). Seluruh benih ini dipastikan palsu karena tidak memiliki sertifikat asli yang dikeluarkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan, Sumatera Utara. "Pemusnahan ini serentak di delapan kabupaten/kota yang kemarin menerima bibit palsu," kata kepala dinas kehutanan dan perkebunan NAD Hanifah Affan di lokasi pemusnahan. Delapan kabupaten kota yang melaksanakan pemusnahan massal, di antaranya Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kabupaten Aceh Besar. Hanifah mengatakan, tindakan ini diperlukan untuk mengindari menurunnya angka produktivitas kelapa sawit yang nanti berdampak pada menurunnya pendapatan petani kelapa sawit. Mahdi Muhammad http://bisniskeuangan.kompas.com

Sertifikasi Diharapkan Dorong Produksi Minyak Sawit

JAKARTA, SELASA — Menteri Pertanian Anton Apriantono menyatakan, sertifikasi produksi minyak sawit berkelanjutan sangat penting untuk pengembangan pembangunan kelapa sawit. Hal tersebut dinyatakannya pada acara penyerahan sertifikat produksi minyak sawit berkelanjutan pertama di Indonesia kepada PT Musim Mas, Jakarta, Selasa (17/2). Menurut Anton, selama ini pengembangan kelapa sawit selalu dihadapkan pada isu-isu negatif, seperti merusak lingkungan, keanekaragaman hayati, degradasi lahan, deforestasi, dan menjadi salah satu penyebab emisi gas rumah kaca. Untuk menjawab semua isu-isu negatif tersebut, maka kalangan perkelapasawitan internasional menyepakati terbentuknya asosiasi nirlaba, Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) yang terdiri dari tujuh sektor industri minyak sawit dan pekebun kelapa sawit, pengolah dan penjual, penghasil produk konsumen, pengecer, bank dan investor, serta LSM lingkungan hidup dan sosial. Menurutnya, RSPO memegang peranan penting untuk mengimplementasikan ...

Pemerintah Izinkan Lahan Gambut Ditanami Sawit

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah mengeluarkan aturan memperbolehkan lahan gambut digunakan sebagai lahan penanaman kelapa sawit. Dengan aturan baru ini, perusahaan yang telanjur menanam di lahan gambut diberi toleransi hingga satu siklus penanaman untuk meninggalkan lahan yang tidak sesuai peruntukan. Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan lahan gambut yang bisa dan boleh dimanfaatkan adalah lahan yang mempunyai ketentuan khusus, yakni ketebalan gambut kurang dari tiga meter. Selain itu juga disyaratkan budidaya diusahakan pada lahan masyarakat, tingkat kematangan gambut mencapai kematangan gambut saprik (matang) atau hemik (setengah matang). Tingkat kesuburan disaratkan mencapai kesuburan eutropik dan substratum tanah mineral di bawah gambut bahan pasir kuarsa dan bukan tanah sulfat masam. "Penerapannya memang tidak mudah, maka tahap berikutnya pengendalian dan pengawasan." ujar Anton di Jakarta, Selasa (17/2). Menurut menteri Anton, aturan ini dibuat untuk memb...

Slovakia Minati Minyak Kelapa Sawit Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta:Slovakia menyatakan berminat untuk mengimpor produk kelapa sawit dalam bentuk minyak kelapa sawit (CPO). Mereka menginginkan menjadi pusat produk CPO dari Indonesia untuk disalurkan ke negara-negara sekitarnya. Menteri Pertanian Anton Apriyantono usai mengikuti konferensi tingkat tinggi tingkat menteri pertanian dan kunjungan ke tiga negara mengungkapkan hal itu. "Slovakia ternyata berminat mengimpor CPO Indonesia, tapi belum detailnya berapa banyak mereka ingin mengimpor," ujar Anton saat konferensi pers di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Rabu (21/1). Anton mengatakan konferensi tingkat menteri dilaksanakan di Jerman dan dilanjutkan pertemuan dengan Menteri Pertanian Jerman, Menteri Pertemuan Slovakia, dan Menteri Pertanian Turki. Menurut Anton, jika dilihat dari kebutuhan dan jumlah penduduk Slovakia tidak terlalu besar. Penduduknya hanya sebanyak 5 juta jiwa saja. "Tapi mereka mengharapkan sebagai pusat impor untuk negara Hongaria, Repubik ...

Charoen siap bangun 10.000 ha kebun sawit

Berita ini sudah lama, sekitar awal tahun 2008 namun bisa menjadi referensi perusahan mana saja yang melakukan investasi di indonesia. JAKARTA: PT Central Plasma Plantation (CPP), perusahaan di bawah grup agribisnis terintegrasi Charoen Pokphand, menyiapkan penanaman perdana perkebunan sawit barunya di Landak, Kalbar yang ditargetkan hingga 10.000 hektare sepanjang 2008. Melibatkan tiga anak perusahaan, yaitu PT Airlangga Sawit Jaya, PT Charindo Palma Oetama, dan PT Satria Multi Sukses, CPP juga menjalin kemitraan dengan tiga koperasi petani setempat dengan pola bagi hasil 80:20. Tiga koperasi itu adalah Koperasi Pade Jaya yang bekerja sama dengan Airlangga Sawit Jaya, Koperasi Dait Jaya dengan Charindo, dan Koperasi Ne'Jaraya' Jaya dengan Satria Multi Sukses. Syed Abdul Rahim, Direktur Plantation CPP, menuturkan pola kemitraan ini dilakukan untuk memberdayakan petani plasma setempat sesuai ketentuan pemerintah dalam Permentan No. 27/2006 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebu...