2010 – 2014, Riau Prioritaskan Industri Hilir Kelapa Sawit
Pemerintah Propinsi (Pemprop) Riau akan memprioritaskan pembangunan industri hilir kelapa sawit mulai 2010 hingga 2014 mendatang.
“Mulai 2010 hingga 2014 Riau akan fokus pada pembangunan industri hilir kelapa sawit,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau, Herliyan Saleh di Pekanbaru, Rabu (18/3).
Herliyan menjelaskan, rencana pembangunan industri hilir sawit merupakan tindak lanjut dari penetapan hasil perkebunan Riau itu sebagai produk unggulan. Penetapan itu berdasarkan hasil tinjauan yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui Departemen Perindustrian beberapa waktu lalu.
Herliyan mengatakan, Riau memiliki dua produk unggulan di bidang perkebunan untuk dijadikan industri hilir yakni kelapa sawit dan kelapa. Tapi karena Pemerintah Pusat hanya meminta pemprop untuk menetapkan satu produk unggulan saja maka Riau menetapkan kelapa sawit untuk dikembangkan menjadi industri hilir.
Ia juga menambahkan untuk menetapkan suatu produk unggulan, daerah diharuskan untuk mengkaji sejumlah aspek yakni sektor ekonomi, daya saing dan penyerapan tenaga kerja.
Dijelaskannya, setelah ditetapkannya kelapa sawit sebagai unggulan Riau maka tindak lanjutnya adalah dengan penyusunan rencana pengembangan industri hilir dalam kurun waktu lima tahun kedepan. “Karena itu dari tahun 2010 hingga 2014 mendatang Riau akan fokus ke industri hilir sawit,” katanya. (ant)
“Mulai 2010 hingga 2014 Riau akan fokus pada pembangunan industri hilir kelapa sawit,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau, Herliyan Saleh di Pekanbaru, Rabu (18/3).
Herliyan menjelaskan, rencana pembangunan industri hilir sawit merupakan tindak lanjut dari penetapan hasil perkebunan Riau itu sebagai produk unggulan. Penetapan itu berdasarkan hasil tinjauan yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui Departemen Perindustrian beberapa waktu lalu.
Herliyan mengatakan, Riau memiliki dua produk unggulan di bidang perkebunan untuk dijadikan industri hilir yakni kelapa sawit dan kelapa. Tapi karena Pemerintah Pusat hanya meminta pemprop untuk menetapkan satu produk unggulan saja maka Riau menetapkan kelapa sawit untuk dikembangkan menjadi industri hilir.
Ia juga menambahkan untuk menetapkan suatu produk unggulan, daerah diharuskan untuk mengkaji sejumlah aspek yakni sektor ekonomi, daya saing dan penyerapan tenaga kerja.
Dijelaskannya, setelah ditetapkannya kelapa sawit sebagai unggulan Riau maka tindak lanjutnya adalah dengan penyusunan rencana pengembangan industri hilir dalam kurun waktu lima tahun kedepan. “Karena itu dari tahun 2010 hingga 2014 mendatang Riau akan fokus ke industri hilir sawit,” katanya. (ant)
Comments
Post a Comment